السلام عليكم و رحمة الله و بركا ته
بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِ
amma ba'du
ibuku Seorang Pembohong ? Sukar untuk
orang lain percaya, tapi itulah yang terjadi, ibu saya memang seorang
pembohong!! Sepanjang ingatan saya sekurang-kurangnya 8 kali ibu
membohongi saya.
Saya perlu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian.
Cerita ini bermula ketika saya masih kecil.
Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan.
PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.
Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga..
Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut.
Saya menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak.
Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya.
Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata : “”Makanlah nak ibu tak lapar.”-
PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan watu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah.
Ibu
berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit
makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan
segar yang mengundang selera.
Sewaktu saya memakan ikan itu,
ibu duduk di samping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi.Saya sedih
melihat ibu seperti itu.
Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu.
Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.”
PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang.
Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur..
Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya.
Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk.
Saya berkata : “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula.”
Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk.”
PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
Di
akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti
biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut
menyemangati.
Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai
menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja
tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Alloh agar saya
lulus ujian dengan cemerlang.
Ketika lonceng berbunyi menandakan
ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan
kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya.
Kopi yang
kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh
lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera
memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum.
Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : “Minumlah nak, ibu tak haus!!”
PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
Setelah
kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua.
Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak
lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela
pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi
keperluan hidupnya.
Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota
besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu,
pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut.
Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : “Jangan susah-susah, ibu ada uang.”
PEMBOHONGAN IBU YANG KE ENAM.
Setelah
lulus kuliah, saya bekerja di Yogyakarta. Kebutuhan saya di sana
dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan tempat saya kerja. saya
bekerja dengan cemerlang,
Dengan gaji yang agak lumayan, saya
berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya
diyogyakarta. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk
kami.
Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah
kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan
pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya.
Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; “Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di daerah lain.”-
PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
Beberapa
tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu
diserang penyakit komplikasi jantung, paru dan lainnya, yang sakitnya
telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin.
Saya
yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk
menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah
sakit, setelah menjalani perawatan.
Ibu yang kelihatan agak tua,
menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya
sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang
menjalari setiap inci tubuhnya.
Saya dapat melihat dengan jelas
betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga
ibu menjadi terlalu lemah dan kurus..
Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata.
Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya.
Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakitsekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini.
Tetapi ibu tetaptersenyum dan berkata : “Jangan menangis nak, ibu tak sakit.”
Setelah mengucapkan pembohongan yang ketujuh itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali.
Dibalik kebohongannya, tersimpan cintanya yang begitu besar bagi anak2nya.
Anda beruntung karena masih mempunyai seorang ibu…
Anda boleh memeluk dan menciumnya.
Kalau
ibu anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan
berkata, “Ibu/Ayah, saya sayang ibu/ayah.” Tapi tidak saya lakukan,
hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun
saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah
sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah
saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu…….
Demikian, wa Allâh a‘lam.
و صلى الله على سيد نا محمد و علي آاله و صحبه و سلم
و با الله التو فيق لأحسن طر يق
ولسلام عليكم و رحمة الله و بركا ته
oleh : Muhammad Kasum
The Journey
kebahagiaan akan terasa jauh lebih indah ketika dibagi....
Sabtu, 11 Februari 2012
surat Hawa untuk Adam
Assalamu’alaikum Adam…..
Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku adalah Hawa, temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu. Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi tidak heran jika perjalanan hidupku senantiasa inginkan bimbingan darimu, senantiasa mau terjaga dari landasan, karena aku buruan syaitan.
Adam… Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai bilangannya dari kaummu diakhir zaman, itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusanNya. Jika bilangan kaummu mengatasi kaumku niscaya merahlah dunia karena darah manusia, kacau-balau lah suasana, Adam sama Adam bermusuhan karena Hawa. Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil sehinggalah pada zaman cucu-cicitnya. Pun jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang mengharuskan Adam beristeri lebih dari satu tapi tidak lebih dari empat pada satu waktu.
Adam… Bukan karena ramainya isterimu yang membimbangkan aku. Bukan karena sedikitnya bilanganmu yang menganggu fikiranku. Tapi… aku risau, gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu. Aku sejak dulu sudah tahu bahwa aku mesti tunduk ketika menjadi isterimu. Namun… terasa berat pula untukku menyatakan sesuatu jika kamu salah.
Adam… Aku tahu bahwa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan kaum lelaki adalah menguasai terhadap kaum wanita. Kau diberi amanah untuk mendidik aku, kau diberi tanggungjawab untuk menjaga aku, memerhati dan mengawasi aku agar senantiasa didalam ridha Tuhanku dan Tuhanmu. Tapi Adam, nyata dan rata-rata apa yang sudah terjadi pada kaumku kini, aku dan kaumku telah ramai mendurhakaimu. banyak yang telah menyimpang dari jalan yang ditetapkan. Mulanya Allah mengkehendaki aku tinggal tetap dirumah. Di jalan-jalan, di pasar-pasar, di bandar-bandar bukanlah tempatku. Jika terpaksa aku keluar dari rumah seluruh tubuhku mesti ditutup dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tapi.. realitanya kini, Hawa telah lebih dari sepatutnya.
Adam… Mengapa kau biarkan aku begini? Aku jadi ibu, aku jadi guru, itu sudah tentu katamu. Aku ibu dan guru kepada anak-anakmu. Tapi sekarang diwaktu yang sama, aku ke muka menguruskan hal negara, aku ke hutan memikul senjata. Padahal, kau duduk saja. Ada diantara kau yang menganggur tiada kerja.
Adam… Marahkah kau jika kukatakan andainya Hawa terbelenggu, maka Adam yang patut tanggung! Kenapa? Mengapa begitu ADAM? Ya! Ramai orang berkata jika anak jahat ibu-bapak tak pandai mendidik, jika murid bodoh, guru yang tidak pandai mengajar! Adam kau selalu berkata, Hawa memang bandel, tak mau dengar nasihat, keras kepala, pada hematku yang dhaif ini Adam, seharusnya kau tanya dirimu, apakah didikanmu terhadapku sama seperti didikan Nabi Muhammad SAW terhadap isteri-isterinya? Adakah Adam melayani Hawa sama seperti psikologi Muhammad terhadap mereka? Adakah akhlak Adam-Adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa?
Adam… Kau sebenarnya imam dan aku adalah makmummu, aku adalah pengikut-pengikutmu karena kau adalah ketua. Jika kau benar, maka benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku. Kau punya kelebihan akal manakala aku kelebihan nafsu. Akalmu sembilan, nafsumu satu. Aku…akalku satu nafsuku beribu! Dari itu Adam….pimpinlah tanganku, karena aku sering lupa, lalai dan alpa, sering aku tergelincir oleh nafsu. Bimbinglah daku untuk menyelami kalimah Allah, perdengarkanlah daku kalimah syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku. Tiuplah ruh jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah.
Adam… Andainya kau masih lalai dan alpa, masih segan mengikut langkah para sahabat, masih gentar mencegah mungkar, maka kita tunggu dan lihatlah, dunia ini akan hancur bila kaumku yang akan memerintah. Malulah engkau Adam, malulah engkau pada dirimu sendiri dan pada Tuhanmu yang engkau agungkan itu…
Wassalamu’alaikum
_dr sbuah tulisan sorg akhwat_
Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku adalah Hawa, temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu. Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi tidak heran jika perjalanan hidupku senantiasa inginkan bimbingan darimu, senantiasa mau terjaga dari landasan, karena aku buruan syaitan.
Adam… Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai bilangannya dari kaummu diakhir zaman, itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusanNya. Jika bilangan kaummu mengatasi kaumku niscaya merahlah dunia karena darah manusia, kacau-balau lah suasana, Adam sama Adam bermusuhan karena Hawa. Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil sehinggalah pada zaman cucu-cicitnya. Pun jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang mengharuskan Adam beristeri lebih dari satu tapi tidak lebih dari empat pada satu waktu.
Adam… Bukan karena ramainya isterimu yang membimbangkan aku. Bukan karena sedikitnya bilanganmu yang menganggu fikiranku. Tapi… aku risau, gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu. Aku sejak dulu sudah tahu bahwa aku mesti tunduk ketika menjadi isterimu. Namun… terasa berat pula untukku menyatakan sesuatu jika kamu salah.
Adam… Aku tahu bahwa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan kaum lelaki adalah menguasai terhadap kaum wanita. Kau diberi amanah untuk mendidik aku, kau diberi tanggungjawab untuk menjaga aku, memerhati dan mengawasi aku agar senantiasa didalam ridha Tuhanku dan Tuhanmu. Tapi Adam, nyata dan rata-rata apa yang sudah terjadi pada kaumku kini, aku dan kaumku telah ramai mendurhakaimu. banyak yang telah menyimpang dari jalan yang ditetapkan. Mulanya Allah mengkehendaki aku tinggal tetap dirumah. Di jalan-jalan, di pasar-pasar, di bandar-bandar bukanlah tempatku. Jika terpaksa aku keluar dari rumah seluruh tubuhku mesti ditutup dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tapi.. realitanya kini, Hawa telah lebih dari sepatutnya.
Adam… Mengapa kau biarkan aku begini? Aku jadi ibu, aku jadi guru, itu sudah tentu katamu. Aku ibu dan guru kepada anak-anakmu. Tapi sekarang diwaktu yang sama, aku ke muka menguruskan hal negara, aku ke hutan memikul senjata. Padahal, kau duduk saja. Ada diantara kau yang menganggur tiada kerja.
Adam… Marahkah kau jika kukatakan andainya Hawa terbelenggu, maka Adam yang patut tanggung! Kenapa? Mengapa begitu ADAM? Ya! Ramai orang berkata jika anak jahat ibu-bapak tak pandai mendidik, jika murid bodoh, guru yang tidak pandai mengajar! Adam kau selalu berkata, Hawa memang bandel, tak mau dengar nasihat, keras kepala, pada hematku yang dhaif ini Adam, seharusnya kau tanya dirimu, apakah didikanmu terhadapku sama seperti didikan Nabi Muhammad SAW terhadap isteri-isterinya? Adakah Adam melayani Hawa sama seperti psikologi Muhammad terhadap mereka? Adakah akhlak Adam-Adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa?
Adam… Kau sebenarnya imam dan aku adalah makmummu, aku adalah pengikut-pengikutmu karena kau adalah ketua. Jika kau benar, maka benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku. Kau punya kelebihan akal manakala aku kelebihan nafsu. Akalmu sembilan, nafsumu satu. Aku…akalku satu nafsuku beribu! Dari itu Adam….pimpinlah tanganku, karena aku sering lupa, lalai dan alpa, sering aku tergelincir oleh nafsu. Bimbinglah daku untuk menyelami kalimah Allah, perdengarkanlah daku kalimah syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku. Tiuplah ruh jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah.
Adam… Andainya kau masih lalai dan alpa, masih segan mengikut langkah para sahabat, masih gentar mencegah mungkar, maka kita tunggu dan lihatlah, dunia ini akan hancur bila kaumku yang akan memerintah. Malulah engkau Adam, malulah engkau pada dirimu sendiri dan pada Tuhanmu yang engkau agungkan itu…
Wassalamu’alaikum
_dr sbuah tulisan sorg akhwat_
ktika akhawat jatuh cinta
Akhwat jatuh cinta..
Tak ada y aneh, mrk jg adalah manusia. Bukankah cinta adalah fitrah manusia? Tak pantaskah akhwat jatuh cinta? Mereka jg punya hati dan rasa.. Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu d wajah, tak ada buncah suka d dada.. Namun sebaliknya.. Ketika akhwat jatuh cinta..
Y mereka rasakan adalah penyesalan y amat sangat, atas sbuah hijab y tersingkap.
Ketika lelaki y tak halal baginya, bergelayut dlm alam fikirx, y mrk rasakan adalah ketakutan y bgt besar akan cinta y tak suci lg..
Ketika rasa rindu mulai merekah d hatinya, y mereka rasakan adalah kesedihan y tak terperih akan sbuah asa y tak semestinya..
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..
Yang ada adalah malam2 y d penuhi air mata penyesalan atas cintaNya y ternodai..
Yg ada adalah kegelisahan, krn rasa y salah arah..
Yg ada adalah penderitaan akan hati y mulai sakit..
Ketika akhwat jatuh cinta..
Bukan harapan u btemu y mrk nantikan, tapi y ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dr org tsb.
Tak ada kata2 cinta, dan rayu..
Y ada adalah kehawatiran y amat sangat akan hati y mulai merindukan lelaki y blm halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya..
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan d hatinya y tak mampu lg memberix ketenangan d wajahnya y dulu teduh..
Mrk akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya..
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mrk lakux..
Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta.. Krn y ada adalah penderitaan..
Tapi ukhti..
Bersabarlah..
Jadikan ini ujian dr Rabbmu..
Matikan rasa itu secepatnya..
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia..
Pasang duri dlm hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemai..
Cuci dgn air mata penyesalan akan hijab y tersingkap..
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah padaNya..
Pupusx rasa rindu padanya dan kembalikan dlm hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu..
Ukhti..
Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya..
Krn bila memang kalian d takdirkan bersama, maka tak akan ada y dpt mencegah kalian bersatu..
Tp ketahuilah, bgm pun usaha kalian u bersatu, jika Allah tak menghendakix, maka tak akan pernah kalian bersatu..
Ukhti..
Bersabarlah..
Biarkan Allah y mengaturnya..
Maka yakinlah..
Semuanya akan baik-baik saja..
Tak ada y aneh, mrk jg adalah manusia. Bukankah cinta adalah fitrah manusia? Tak pantaskah akhwat jatuh cinta? Mereka jg punya hati dan rasa.. Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu d wajah, tak ada buncah suka d dada.. Namun sebaliknya.. Ketika akhwat jatuh cinta..
Y mereka rasakan adalah penyesalan y amat sangat, atas sbuah hijab y tersingkap.
Ketika lelaki y tak halal baginya, bergelayut dlm alam fikirx, y mrk rasakan adalah ketakutan y bgt besar akan cinta y tak suci lg..
Ketika rasa rindu mulai merekah d hatinya, y mereka rasakan adalah kesedihan y tak terperih akan sbuah asa y tak semestinya..
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..
Yang ada adalah malam2 y d penuhi air mata penyesalan atas cintaNya y ternodai..
Yg ada adalah kegelisahan, krn rasa y salah arah..
Yg ada adalah penderitaan akan hati y mulai sakit..
Ketika akhwat jatuh cinta..
Bukan harapan u btemu y mrk nantikan, tapi y ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dr org tsb.
Tak ada kata2 cinta, dan rayu..
Y ada adalah kehawatiran y amat sangat akan hati y mulai merindukan lelaki y blm halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya..
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan d hatinya y tak mampu lg memberix ketenangan d wajahnya y dulu teduh..
Mrk akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya..
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mrk lakux..
Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta.. Krn y ada adalah penderitaan..
Tapi ukhti..
Bersabarlah..
Jadikan ini ujian dr Rabbmu..
Matikan rasa itu secepatnya..
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia..
Pasang duri dlm hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemai..
Cuci dgn air mata penyesalan akan hijab y tersingkap..
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah padaNya..
Pupusx rasa rindu padanya dan kembalikan dlm hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu..
Ukhti..
Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya..
Krn bila memang kalian d takdirkan bersama, maka tak akan ada y dpt mencegah kalian bersatu..
Tp ketahuilah, bgm pun usaha kalian u bersatu, jika Allah tak menghendakix, maka tak akan pernah kalian bersatu..
Ukhti..
Bersabarlah..
Biarkan Allah y mengaturnya..
Maka yakinlah..
Semuanya akan baik-baik saja..
By: Ummu Sa'ad 'Aztriana'
jadi akhawat jangan cengeng!!
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dikasih amanah malah melarikan diri.. Diajak syuro bilang ada ijin syar’i.. Afwan ane ada agenda syar’i.. Afwan lagi nguleg sambel trasi.. Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi.. Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..Terus dakwah gimana? Diakhiri???
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sekilas gayanya sih haroki berlagak Izzis.. Tapi hati kok Seismic? Sungguh ironis… Mendayu-dayu kaya’ film romantis.. Kesehariannya malah jadi narsis.. Jauh dari kamera jadi dikira ge eksis.. Hati-hati kalo ditolak, bikin dramatis..
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan Rencana awal cuma kasih info kajian Lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran! Bisa-bisa dikira pacaran! Sampai kepikiran dijadikan pasangan… Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan!
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Abis nonton film palestina semangat empat lima.. Eh pas disuruh jadi coach, pergi lenyap kemana?? Semangat jadi pendukung luar biasa.. Tapi nggak siap jadi yang pelakunya.. yang diartikan sama dengan nelangsa.. Yah…bikin kecewa…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet berduaan.. Eh, awas lho yang ketiga setan… Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan.. Emang sih nggak pegangan tangan.. Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan.. Wah, kaya’ film india aja gan! Kalo ketemu Musyrifah atau binaan? Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan? Oh malunya sama Musyrifah atau binaan? Sama Allah? Buang aja ke lautan.. Yang penting mah bisa sayang-sayangan… Na’udzubillah tenan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sedekah dikira buang duit. . Katanya sih biar ngirit, tapi kok shoping tiap menit?? Langsung sengit kalo dibilang pelit… Mendingan buat dzikir komat-kamit… Malah keluar kata-kata nyelekit… Aduh…bikin hati sodaranya sakit…
Jadi Akhwat jangan cengeng… Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah.. Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah .. Pujaan dapet, terus walimah.. Dakwah pun say goodbye dadaaah.. Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah? Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah.. Duh duh… amanah..amanah… Dakwah.. dakwah.. Kalah sama ikhwan yang wah..
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto ikhwan.. Dicari yang jenggotan.. Kalo udah dapet trus telpon-telponan.. Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan.. “Assalammu’alaykum akhi, salam ukhuwah.. udah kerja? Suka bakwan?” Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan .. Ikhwannya meng-iya-kan.. Mau-mau aja dibeliin bakwan.. Asik, ngirit uang kost dan uang makan… Langsung deh siapin acara buat walimahan! Prinsipnya yang dulu dikemanakan???
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Ilmu cuma sedikit ajah.. Udah mengatai Ustadzah.. Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah.. Baca qur’an tajwid masih salah-salah.. Lho kok udah berani nuduh ustadzah.. Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…
Jadi Akhwat jangan cengeng… Status facebook tiap menit beda.. Isinya tentang curahan hatinya.. Nunjukkin diri kalau lagi sengsara.. Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa.. Duh duh.. status kok bikin putus asa.. Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan.. Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan.. Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian.. Kepala cenat-cenut pusing beneran… Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan.. Makin bingung nyari teladan.. Teladannya bukan lagi idaman.. Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan.. Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan.. Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian.. Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan.. Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segunung… Kalo disuruh shopping tancap gas langsung… Hatipun tetap cerah walaupun mendung Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung.. Kalo pas tilawah malah terkatung-katung… Duh.. bingung…bingung…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah.. Tapi jarang banget yang namanya tilawah.. Yang ada sering gosip ngomongin sesamalah… Wah… wah… ghibah… ghibah… Eh, malah timbul fitnah… Segera ber-istighfar lah…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah.. Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah.. Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah.. Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah.. Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah.. Anak baru dipandang dengan mata sebelah.. Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah.. Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah.. Lanjutin perjuangan saya yah…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Nggak punya duit Halaqah males datang.. Nggak ada motor yaa…misi halaqah dibuang… Musyrifah ikhlas, hati malah senang… Binaan juga nggak ada satupun yang mau datang.. Jenguk binaan malah pada pergi malang melintang… Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???
_copas dr mbah jiwo_
jikalah...pada akhirnya
jikalah DERITA akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dijalani dengan SEPEDIH RASA
sedang KETEGARAN AKAN LEBIH DIKENANG DIHATI
jikalah KESEDIHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa tidak DINIKMATi SAJA
sedang RATAP TANGIS TIDAK MENGUBAH APA-APA
jikalah LUKA KECEWA akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dibiarkan MERACUNI JIWA
sedang KETABAHAN DAN KESABARAN LEBIH UTAMA
jikalah BENCI DAN MARAH akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa harus DIUMBAR SEPUAS RASA
sedang MENAHAN DIRI ADALAH LEBIH UTAMA
jikalah HARTA akan menjadi masa lalu pada akhinya
maka mengapa ingin DIKUKUHI SENDIRI
sedang KEDERMAWANAN AKAN MELIPATGANDAKANNYA
jikalah KEPANDAIAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti MEMBUSUNG DADA
sedang dengannya MANUSIA DITUNTUT MEMIMPIN DUNIA
jikalah CINTA akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti INGIN MEMILIKI DAN SELALU BERSAMA
sedang MEMBERI AKAN LEBIH BANYAK MEMBERI ARTI
jikalah BAHAGIA akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti DIRASAKAN SENDIRI
sedangkan BERBAGI AKAN MEMBUATNYA LEBIH BERMAKNA
jikalah HIDUP akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti DIISI DENGAN KESIA-SIAAN BELAKA
sedang BEGITU BANYAK KEBAIKAN BISA DICIPTA
_for myself_
maka mengapa mesti dijalani dengan SEPEDIH RASA
sedang KETEGARAN AKAN LEBIH DIKENANG DIHATI
jikalah KESEDIHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa tidak DINIKMATi SAJA
sedang RATAP TANGIS TIDAK MENGUBAH APA-APA
jikalah LUKA KECEWA akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dibiarkan MERACUNI JIWA
sedang KETABAHAN DAN KESABARAN LEBIH UTAMA
jikalah BENCI DAN MARAH akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa harus DIUMBAR SEPUAS RASA
sedang MENAHAN DIRI ADALAH LEBIH UTAMA
jikalah HARTA akan menjadi masa lalu pada akhinya
maka mengapa ingin DIKUKUHI SENDIRI
sedang KEDERMAWANAN AKAN MELIPATGANDAKANNYA
jikalah KEPANDAIAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti MEMBUSUNG DADA
sedang dengannya MANUSIA DITUNTUT MEMIMPIN DUNIA
jikalah CINTA akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti INGIN MEMILIKI DAN SELALU BERSAMA
sedang MEMBERI AKAN LEBIH BANYAK MEMBERI ARTI
jikalah BAHAGIA akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti DIRASAKAN SENDIRI
sedangkan BERBAGI AKAN MEMBUATNYA LEBIH BERMAKNA
jikalah HIDUP akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti DIISI DENGAN KESIA-SIAAN BELAKA
sedang BEGITU BANYAK KEBAIKAN BISA DICIPTA
_for myself_
kefuturankah??!
ya ALLAH...
Dzat yg paling Q cintai mlebihi apapun, hax kpd MU hamba takut dn hamba mnaruh harapan,
Dzat yg mnjadi tempat besandar trbaik bg makhlukMU,
y Rabb Izzati...
Engkaulah t4 terbaik ku utk curhat...tp mengapa hati ini kdg enggan menangis pada Mu..???
Engkau memberi ku ilmu... tp mengapa hamba bgitu mudah melanggarnya...???!!!
kenapa diri, jiwa, dan hati ini merasa sangat jauh dari mu...???
mungkinkah nikmatnya hidayah itu sdh Engkau cabut dr hati ini..???!!!!
lalu,
apa lg guna hidup hamba d dunia ini jk bkn diri mu yg hamba junjung d
ats sgala2nya, haMba prioritaskn, utamakan, dan hamba jdkn tujuan hidup
kmana, dmn, dn kpn pun hamba mlangkah dan berpijak d bumi mu...
ya ALLAH...
tolong
hamba...jgn biarkan hamba trus spti ini...tk puas mencari terus dan
terus ilmu-MU, namun tak jua mengamalkannya dg Kaffah sesuai tuntunan
syariat-Mu...jgn biarkan hamba merasa bosan...dan jangan biarkan hamba d
hampiri, d datangi, bahkan d cicipi oleh dajjal yg bernama
kefuturan..!!! NA'UDZUBILLAHI MINDZALIK..!!!!
YA ALLAH..YA
RABBI..MAHA PENERIMA TAUBAT...HANYA KPD MU LAH HAMBA MEMOHON DAN MEMINTA
PERTOLONGAN....IYYAKANA'BUDU WA IYYAKANASTA'IN....amiin,Allahuma
amiin...
ya ummi
Aku akan kembali, wahai ummi
dan mencium kening sucimu
dan menyalahkan hawa nafsuku
dan merasakan harumnya doa-doamu
mengotori pipiku dengan kesempurnaan kakimu
tatkala kubertemu denganmu
membanjiri tanah dengan air mataku
merasakan kebahagiaan karena engkau masih hidup
Berapa banyak malam yang kau terjaga hingga larut
agar aku dapat tidur dengan lelap?
Dan berapa kali engkau dahaga
hanya agar kau dapat menghilangkan dahagaku dengan segala kelembutanmu?
Dan suatu hari tatkala aku sakit,aku tidak melupakannya…
air matamu mengalir deras seperti hujan
dan kedua matamu tetap dan tetap terjaga
karena khawatir jika aku mungkin dalam bahaya
Dan hari tatkala kita berpisah di subuh hari
dan oh… betapa kasarnya subuh kala itu
Tidak ada kata-kata yang dapat menjelaskan
apa yang aku rasakan,
tatkala aku meninggalkanmu…
Dan kau mengatakan sesuatu yang aku masih mengingatnya sepanjang hidupku
-- “Kamu tidak akan pernah menemukan hati yang lebih lembut padamu daripada hatiku...”
“KAMU TIDAK AKAN PERNAH MENEMUKAN HATI YANG LEBIH LEMBUT PADAMU DARIPADA HATIKU...”
Kepatuhan padamu…
oh itulah yang kuinginkan
dalam hidupku seperti ketetapan ALLAH
yang diperintahkan kepadaku untuk patuh,
Restumu adalah rahasia kejayaanku
dan cintaku padamu adalah rahasia keyakinanku
dan doa-doa yang engkau panjatkan untukku
menghilangkan kegagalan dan kesedihanku
Cintaku untukmu
tidak ada orang yang kucintai seperti itu
engkau adalah sandaran hatiku
dan engkau adalah cahaya penglihatanku
dan engkau adalah irama bibirku
masalah-masalahku lenyap ketika kulihat wajahmu
kepadamu aku akan kembali…
wahai ummi..
Esok ku akan beristirahat dari perjalananku
dan usia kedua akan dimulai untukku
dan cabang-cabang akan berkembang penuh
dengan bunga wangi mengharum...
__ya ummi:by Ahmed bukhatir__
^ummi,,,uhibbukifillah^
Langganan:
Postingan (Atom)

